Tampilkan postingan dengan label knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label knowledge. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Desember 2014

Laporan Observasi Pembelajaran Penjas di SMA N 3 Sumedang

Laporan Observasi Pembelajaran Penjas di SMA N 3 Sumedang



BAB I
PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang
Penjas (Pendidikan Jasmani) adalah proses pendidikan melalui aktifitas jasmani untuk mencapai tujuan pendidikan (belajar siswa ). Pendidikan jasmani endiri mengandung beberapa hal yang dianggap penting selama proses pembelajaran berlangsung, seperti: perilaku guru, perilaku siswa, interaksi antara guru dan siswa, dan tujuan pembelajarannya.
Kualitas seorang guru dapat kita lihat dari perilaku siswa yang di didiknya. Guru yang baik akan mencetak siswa yang baik. Begitu pun sebaliknya, guru yang tidak baik akan mencetak siswa yang tidak baik.
Pembelajara Penjas akan terasa lebih bermakna ketika siswa dapat menangkap pesan moral yang coba disampaikan oleh guru melalui penjas. Jika mayoritas siswa sudah bisa menangkap apa yang coba guru sampaikan, maka guru tersebut bisa disebut berhasil dalam mendidik.

   B.     Tujuan
Tujuan dari observasi ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui perilaku guru dalam memberikan pembelajaran penjas saat PBM
2.      Mengetahui perilaku siswa di kelas pada saat mata pelajaran penjas berlangsung.
3.      Mengetahui interaksi guru dan siswa pada saat mata pelajaran penjas berlangsung.
4.      Mengetahui,  dapatkah siswa dapat menangkap pesan moral (tujuan pembelajaran) yang coba disampaikan oleh guru.



    
    C.      Manfaat
Manfaat dari penuliasan laporan ini adalah sebagai berikut:
Penulis dapat penambah pengalaman dan penambah pengetahuan tentang perilaku guru dan siswa di kelas/lapangan, interaksi guru dan siswa saat PBM.

    D.    Metode
Metode Group Time Spelling dan catatan anekdot.
                                               



BAB II
HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN

    A.    Hasil Observasi
Paparan Data
Tanggal Observasi : Sabtu, 16-08-2014
Nama Sekolah                   : SMA Negeri 3 Sumedang
Akreditasi                         : A

Biodata Guru Penjas

Nama                     : Asep Dwidjo S.Pd

Objek Observasi
Kelas                     : XI IS 4
Jumlah Siswa        : 30 orang (19 putra, 11 putri)
     Materi                     : Permainan Bola Besar













Jumlah Waktu Aktif Belajar Siswa
Waktu
Keterangan Waktu
Kegiatan yang Dilakaukan
11.25
Instruksional
Pembukaan dan pengantar
11.30
Aktif
Apersepsi
11.35
Lain-lain
Pengumuman dari pihak sekolah
11.43
Aktif
Sesi tanya jawab
11.45
Aktif
Materi tentang permainan bola besar
11.54
Lain-lain
Pemanggilan ketua kelas
11.57
Aktif
Sesi tanya jawab
11.58
Aktif
Materi tentang permainan sepak bola
12.00
Aktif
Sesi tanya jawab
12.17
Aktif
Intermezzo dan motivasi
12.22
Lain-lain
Pembahasan buku paket dan LKS
12.25-12.55
Aktif
Mengisi LKS dan penutup.

Jumlah waktu aktif                       : 71 menit = 78,88889 %
Jumlah waktu instruksional           : 5 menit = 5,55556 %
Jumlah waktu lain-lain                  : 14 menit = 15,55556 %

    B.     PEMBAHASAN
Pembelajaran ini terjadi pada saat jam pelajaran ke 6 - jam pelajaran ke 7. Kondisi kelas disana cukup nyaman. Walaupun cat kelasnya sudah mulai kusam, tetapi masih layak untuk di tempati. Letak kelasnya sendiri berada di lantai 2, di dalam 1 kelas tersebut terdapat 32 siswa. Dikelas tersebut sudah tersedia kipas angin baling-baling yang berada di atas tengah kelas. dan siswa sendiri terlihat cukup nyaman berada di kelas tersebut.

Hal yang pertama Guru lakukan ialah masuk ke kelas dengan setelan baju olahraga berkerah dan menggunakan traning dilengkapi sepatu sport. Penilaian saya dari penampilan guru tersebut sangat memuaskan, karena baju olahraga yang dipakai guru tersebut sangat rapih dan menurut saya setelan guru tersebut sudah sangat baik dan layak bila di pakai ke kelas walaupun bukan pembelajaran praktek.
Guru tersebut memberikan informasi terhadap siswanya tentang materi-materi apa saja yang akan di bahas dalam pertemuan kali ini, sekaligus guru tersebut memberikan batas materi yang akan di bahas hari ini dan sedikit menyinggung tentang pembelajaran minggu dengannya. 

Sedikit singgungan dari guru tersebut ialah mengenai pembuatan makalah yang akan menjadi tugas mereka nanti untuk melengakapi apabila ada nilai-nilai yang kurang. Makalah tersebut harus di buat dari sekarang supaya siswa nantinya tidak kewalahan. Disisni saya melihat bahwa penempatan tuga ini kurang cukup tepat, seharusnya diberikan di akhir pembeajaran atau di akhir diskusi. 
Selanjutnya Seperti biasanya seorang guru memberikan Apresepsi terhadap muridnya supaya merangsang keingin siswa untuk mau mendengarkan dan menjalankan pembelajaran , Apresepsi yang diberikan guru tersebut cukup menarik karena membahas mengenai pengalaman-pengalaman masa lalu guru, dan siswa terlihat terpikat oleh cara guru tersebut memberikan materi. Berhubung materi yang akan dibahas ialah materi dari berbagai cabang olaraga (tidak 1) jadi pemberian Apresepsinya pun cukup beragam, dan disangkut-sangkutkan dengan masing-masing cabang olahraga tersebut yang akan dibahas.
Materi yang diberikan oleh guru tersebut ialah materi permainan bola besar, saat guru memberikan pertanyaan terhadap siswa mengenai cabor apa saja yang termasuk Permaianan bola besar, siswa atusias memberikan jawaban karena mungkin mereka sudah paham mengenai materi tersebut. contoh dari permaianan bola besar ialah Sepak Bola, Bola Voli, Bola basket, Bola Tangan dan lain-lain.

Selanjutnya guru langsung membahas salah satu permainan bola besar yaitu Sepak Bola, pemberian materi yang pertama ialah mengenai teknik dasar , teknik dasar dalam permainan Sepak Bola diantaranya Passing, Shooting dan Dribbling. Masing-masing teknik dasar tersebut di jelaskan oleh guru tersebut, dan hal yang menarik perhatian saya ialah pemberian materi teknik dasarnya itu diiringi dengan candaan yang mebuat siswa rileks dan mendengarkan dengan muka tersenyum.
Dalam posisi demikian, siswa yang telah terambil perhatian sepenuhnya oleh guru menjadi antusias saat diberi materi pembelajaran, sampai terjadi tanya jawab oleh siswa dengan gurunya . siswa mulai berani bertanya terhadap gurunya, sampai ada satu pertanyaan yang di jawab oleh siswa lain, yang artinya guru telah menciptakan interaksi antara siswa.
Setelah membahas mengenai teknik dasar Sepak Bola, guru berlanjut ke formasi permainan dalam Sepak Bola. Disana guru memberi informasi mengenai berbagai macam formasi, dan guna formasi tersebut untuk menaggulangi formasi yang lainnya. Dalam materi ini guru tidak cukup pandai saat mengungkapkan formasinya, saya nilai ada berbagai arahan yang salah dalam formasi yang dijelaskan oleh guru tersebut. Banyak kekeliruan saat menjelaskan pergerakan pemain dalam sebuah formasi. Initinya saya nilai guru ini tidak terlalu pasih dalam formsi sepak bola.
Saat berjalannya proses belajar mengajar , hadir seorang pengabsen yang sedikit mengganggu pembelajaran dan konsntrasi para siswa. Petugas pengabsen tersebut memberikan informasi bahwa murid pada lusa diliburkan, karena akan ada pawai rakyat dalam acara 17an.

Disetiap 30 menit pemberian materi, guru selalu memberikan kesempatan bertanya kepada siswa, dan pertanyaan itu bermuatan kepada pertanyaan pengalaman pribadi siswa.
Materi yang diberikan guru lebih menekankan pada olahraga secara teknik dan selayaknya tidak dengan pareasi.
Kelemahan dari kelas ini yaitu siswa laki-laki lebih dominan  merespon pembelajaran karena mungkin pembelajaran yang diterimanya lebih masuk pada pengelaman-pengalaman siswa laki-laki. Seharusny disini guru lebih harus menyesuaikan perhatian ke siswa yang perempuan , ada pertanyaan atau ada sapaan supaya keaktifan siswa laki-laki bisa lebih terimbangi oleh siswa perempuan.
Pada menit 60 menit setelah pembelajaran berlangsung, murid mulai merasa kelelahan mendengarkan materi dari guru tersebut.
Pada menit 65 mulai ada murid yang mengobrol di kelas , terutama murid laki-laki yang sudah mulai membicarakan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran tersebut. Sikap guru menghadapi siswa tersebut dengn lebih mengarahan materi yang dapat menarik perhatian siswa lagi. Penyapaan seluruh kelas adalah langkah guru pada saat itu.
Hal positif dri kelas ini, walaupun pertemuan ke 2 , tapi guru sudah bisa hafal banyak nama-nama siswanya.
Sesudah jam pelajaran mau berakhir , guru memberikan motivasi yang dapat memacu minat siwa dalam merealisasikan hal-hal positif dari pembelajaran penjas hari itu. Dan pematerian dikelas itu ditutup dengan sikap semangat menghadapi pertemuan selanjutnya.



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Simpulan
Prilaku yang terlihat dari guru saat menyampaikan materi pembelajaran dinilai baik baik. Penguasaan kelas yang dimiliki guru sudah dapat mengendalikan siswanya. 
Prilaku siswa saat mendapat pematerian dari gurunya cukup disiplin dan kondusip. Mereka dapat menyesuaikn diri saat mereka harus diam , mendengarkan, maupun bertanya.
Interaksi yang baik dalam pembelajaran penjas di kelas ini menjadi hal yang bagus dalam observasi ini. Guru dan murid terdapat feedback yang baik. Contohnya saat murid bertanya guru mengarahkan pertanyaan itu justru ke murid lainnya. Supaya ada interaksi semua orang di kelas.
Tujuan dari pembelajaran di kelas ini sudah tercapai. Pematerian dan interkasi yang terjadi di kelas diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang menetap bagi siswa. Baik secara kognitif, Afektif, Psikomotor, maupun Religiusnya.

     Saran
Dalam Pembelajaran guru harus bisa memberikan perhatian yang sama kepada seluruh siswa, sehingga dalam prakteknya tidak terlalu dominan siswa laki-laki.
Materi yang diberikan guru harus lebih uptodate. Karena apabila siswa bertanya mengenai pembelajaran yang dikaitan dengan kehidupan jaman sekarang, guru tidak kebingungan dalam menjawabnya.


 

by: Agung Ginanjar

Selasa, 18 November 2014

Study Tour IPA 4 SMAN 3 Sumedang

IPA 4 SMA N 3 Sumedang 
Study Tour Bali


                                                           BALI

Pulau Dewata
Sebuah surga kecil dengan berbagai keindahan dan keunikan, sehingga menjadi destinasi wisata dunia, tempat-tempat indahnya dijadikan agenda kunjungan dalam perjalanan tour. Dataran tersebut bernama pulau Bali juga dikenal dengan nama Pulau Dewata, nama ini muncul mungkin karena diangap agama Hindu tersebut memiliki banyak Dewa, hal tersebut tidak sepenuhnya salah ataupun benar, yang harus dimengerti dulu siapakah dan apakah Dewa itu. Dewa berasal dari kata Div yang artinya sinar, dan Dewa merupakan sinar suci daripada Tuhan Yang Maha Esa (Ida sang Hyang Widi) sehingga Dewa-dewa merupakan manifestasi dari kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widi, dewa akan tidak bisa beregerak bebas, tidak bisa menganugrahkan kalau tidak kehendak Tuhan. Masing-masing Dewa memiliki tugas masing-masing sesuai kehendak Tuhan (brahman) seperti sebgai dewa Pencipta, Pemelihara, Pelebur, dewa Api, Angin, Air, dsb.
Para dewa ini disebut Dewata, sehingga di Bali sangat tepat mendapat sebutan Pulau Dewata, dengan ribuan pura yang tersebar di seluruh pelosok bumi Bali, sehingga dikenal juga dengan nama Pulau Seribu Pura. Sebagian pura-pura tersebut menjadi destinasi wisata, bangunan-bangunan suci ini memiliki nilai budaya tinggi menjadi objek menarik oleh para pelancong yang dikunjungi selama perjalanan tour ataupun saat sewa mobil keliling pulau.




Pulau Bali adalah pulau kecil yang terletak di Timur Pulau Jawa dan di Barat Lombok, pulau ini memiliki berbagai aset penting di dunia pariwisata, seperti objek wisata yang indah dengan pantai, daratan, pegunungan dan danaunya. Begitu juga dengan hasil kreasi seni, budaya, kehidupan tradisional membuatnya menjadi lebih terkenal, bahkan di kalangan turis asing Bali lebih dikenal dari pada Indonesia itu sendiri. Bali juga memiliki anak-anak pulau yang tidak kalah menariknya seperti pulau Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, Nusa Penida, Menjangan dan Serangan. Keberadaan pulau tersebut seperti Nusa Penida, Serangan dan Menjangan terdapat Pura-pura Dang Kahyangan yang menjadi tempat penyungsungan jagat, bagi warga Hindu yang haus dengan pendekatan rohani, mereka sering datang ke tempat tersebut untuk melakukan kegiatan Tirta Yatra, sehingga menjadi kegiatan wisata rohani,tour ke pulau kecil (Gili) sambil mendekatkan diri ke hadapan Tuhan.




Pulau Dewata ini terdiri dari 8 buah kabupaten  dan 1 kota madya, dengan luas 5.636,66 km2 atau sekitar 0,29% dari luas Indonesia secara keseluruhan. Gunung tertinggi adalah Gunung Agung dengan ketinggian 3.148 meter. Dan Denpasar adalah Ibu Kota Provinsi ini, dan tujuan utama sebagai daerah objek wisata adalah Kuta, Sanur, Nusa Dua dan Ubud. Tempat diving  top di Nusa Lembongan, Amed, Tulamben dan Menjangan dan empat buah danau indah yaitu danau Batur  terletak di Kintamani, Beratan di Bedugul, dan danau kembar Tamblingan dan Buyan. Dengan keindahan yang dimiliki sebagai Pulau Dewata, Bali dikunjungi jutaan wisatawan asing membawa bernagai budaya sendiri-sendiri, namun demikian Bali tetap memegah teguh tradisi yang diwariskan oleh leluhurnya seperti rutinitas persembahyangan dengan berbagai sesajen sering kita lihat di Pura-Pura bahkan di jalan, yang mencirikan kayakinan beragama semakin kental dengan sujud persembahan yang tulus ikhlas kepada Dewata.


 Danau Bedegul

 Studio Foto Mediana

 Pulau Penyu

 Bus Kanaya
 Pulau Penyu

 Rest Areaa 1

 Bus Kanaya 

 Lingkungan Tanah Lot 

  Lingkungan Tanah Lot 

  Lingkungan Tanah Lot 





 Tari Barong

Senin, 17 November 2014

Cerita Sunda


Si Kabayan Ngala Tutut

Cék Ninina, “Kabayan ulah héés beurang teuing, euweuh pisan gawé sia mah, ngala-ngala tutut atuh da ari nyatu mah kudu jeung lauk.”
Cék Si Kabayan, “Ka mana ngalana?”
Cék ninina, “Ka ditu ka sawah ranca, nu loba mah sok di sawah nu meunang ngagaru geura.
Léos Si Kabayan leumpang ka sawah nu meunang ngagaru. Di dinya katémbong tututna loba, lantaran caina hérang, jadi katémbong kabéh. Tututna pating golétak. Tapi barang diteges-teges ku Si Kabayan katémbong kalangkang langit dina cai. Manéhna ngarasa lewang neuleu sawah sakitu jerona. Padahal mah teu aya sajeungkal-jeungkal acan, siga jero sotéh kalangkang langit. Cék Si Kabayan dina jero pikirna, “Ambu-ambu, ieu sawah jero kabina-bina caina. Kumaha dialana éta tutut téh? Lamun nepi ka teu beunang, aing éra teuing ku Nini. Tapi éta tutut téh sok dialaan ku jalma. Ah, dék dileugeutan baé ku aing.”
Geus kitu mah Si Kabayan léos ngala leugeut. Barang geus meunang, dibeulitkeun kana nyéré, dijejeran ku awi panjang, sabab pikirna dék ti kajauhan baé ngala tutuna moal deukeut-deukeut sieun tikecebur. Si Kabayan ngadekul, ngaleugeutan tutut méh sapoé jeput, tapi teu aya beubeunanganana, ngan ukur hiji dua baé. Kitu ogé lain beunang ku leugeut, beunang sotéh lantaran ku kabeneran baé. Tutut keur calangap, talapokna katapelan ku leugeut tuluy nyakop jadi beunang. Lamun teu kitu mah luput moal beubeunangan pisan, sabab ari di jero cai mah éta leugeut téh teu daékeun napel, komo deui tutut mah da aya leuleueuran. Di imah ku ninina didagoan, geus ngala salam, séréh jeung konéng keur ngasakan tutut. Lantaran ambleng baé, tuluy disusul ku ninina ka sawah. Kasampak Si Kabayan keur ngaleugeutan tutut.
Cék ninina, “Na Kabayan, ngala tutut dileugeutan?”
Cék Si Kabayan, “Kumaha da sieun tikecebur, deuleu tuh sakitu jerona nepi ka katémbong langit.”
Ninina keuheuleun. Si Kabayan disuntrungkeun brus ancrub ka sawah.

Cék Si Kabayan, “Heheh él da déét.”

Selasa, 30 April 2013

Fungsi-fungsi masjid pada zaman Rasulullah

Fungsi-fungsi masjid pada zaman Rasulullah

Assalamualaikum,

Kembali di bula yang penuh rahmat ini saya akan memposting tentang artikel islami, kali ini tentang fungsi-fungsi masjid di zaman Rasulullah saw yang dengan kata lain dapat disebut fungsi sebenarnya dari mesjid:

1. Fungsi masjid tempat ibadah mahdah (sholat, dzikir baca AlQur’an)

2. Fungsi masjid sebagai klinik

3. Fungsi masjid sebagai tempat mengatur strategi perang

4. Sebagai tempat perdamaian /penyelesaian sengketa. Karena di masjid pintu hati setip orang selalu terbuka..

5. Sebagai tempat menyambut tamu.
Rasulullah selalu menyambut para tamu di masjidnya (masjid Nabawi)

6. Tempat menahan tawanan

7. Sebagai tempat belajar mengajar (tidak hanya mempelajari Alqur’an dan hadits, melainkan juga ilmu-ilmu lainnya)

8. Tempat konsultasi masalah agama, ekonomi dan budaya.

Sumber: ceramah Ustadz Abdul Somad. LC, MA

Semoga dari artikel berisi poin2 penting ini dapat diambil hikmahnya terutama dalam pengembangan mesjid-mesjid kita kedepannya..
Wallahu ‘alam bishawab

7 Kisah Kekuatan Cinta yang Tercatat Sejarah

7 Kisah Kekuatan Cinta yang Tercatat Sejarah

Cinta memang tidak mengenal logika. Ketika rasa itu sudah tertanam kuat di hati, semua hal bisa dengan mudah berubah 180 derajat. Tak heran, nyawa pun seringkali kalah mulia dibanding cinta.

Mungkin dewasa ini tak banyak kisah cinta sejati yang begitu menggetarkan layaknya Romeo dan Juliet. Dan, yang tercatat dalam sejarah peradaban manusia, rasanya 7 kisah di bawah ini bisa jadi inspirasi.



1. Antony dan Cleopatra
Ini kisah cinta antar bangsa, antara Mark Anthoni yang tampan dari Romawi dan Pharaoh terakhir dari Mesir, yaitu Cleopatra. Kisah ini berlangsung sekitar tahun 31 SM. Kisah ini kemudian diceritakan lagi oleh penulis terkenal Shakespeare yang membuat cerita ini terkenal di seluruh dunia.
Mark Anthony diceritakan meninggalkan istrinya, Octavia, karena tergoda oleh kecantikan Cleopatra yang akhirnya dinikahinya. Saudara laki-laki Octavia, yaitu Octavian, kemudian menghancurkan mereka berdua dengan meminjam pasukan Romawi.

Diceritakan, saat perang dengan Romawi, Mark Anthony mendapat kabar (yang ternyata kabar palsu) kalau Cleopatra terbunuh. Mark Anthony kemudian bunuh diri karena percaya akan berita itu. Cleopatra yang mendengar bahwa kekasihnya itu mati, akhirnya juga bunuh diri dengan racun. Cerita ini hampir mirip dengan kisah Romeo dan Juliet dari Verona, Italy.



2. Annie Oakley dan Frank Butler
Apabila kalian tahu film musikal Irlandia tahun 1940an yang berjudul "Annie Get Your Gun", itu merupakan inspirasi dari kisah nyata Annie Oakley dan Frank Butler.
Annie Oakley adalah seorang penembak. Pada tahun 1881, Baughman dan Butler mengadakan pertunjukan menembak di Cincinnati. Frank E Butler menantang para penembak lokal untuk beradu tembak. Namun Frank terkejut ketika tantangannya diterima oleh seorang yang bernama Annie Oakley. Dalam pertarungan mereka, Butler kalah dan Annie memenangkan perlombaan menembak tersebut.

Selain itu, Butler juga menjadi jatuh hati pada Annie dan akhirnya mereka menikah apda tanggal 20 Juni 1882. Frank kemudian pensiun dari menembak dan lebih fokus membangun rumah tangga bersama Annie. Annie akhirnya meninggal tahun 1926 dan Frank meninggal 18 hari kemudian.




3. Salim dan Anarkali
Pangeran Salim merupakan anak dari seorang kaisar Akbar (kaisar dari The Great Mughal) dan istrinya Mariam-uz-Zamani. Pangeran Salim dikenal sangat amburadul dan tidak sopan yang jatuh cinta pada seorang pelayan istana bernama Anarkali. Mereka berdua saling jatuh cinta, namun hal tersebut tidak direstui oleh ayahnya yang menganggap Anarkali sebagai wanita penggoda.
Ayahnya kemudian mencari segala jalan untuk memisahkan anaknya dari Anarkali. Sang ayah kemudian mengirim pangeran Salim untuk sebuah tugas, dan ketika itu juga Anarkali dikuburkan hidup-hidup di tembok batu. Cerita ini membuat setiap pasangan menitikkan air mata ketika mendengarkannya.



4. Juan dan Evita Peron
Juan dan Evita Peron adalah pasangan Argentina sekitar tahun 1940an. Evita sendiri merupakan istri kedua Juan yang adalah presiden Argentina. Evita menjadi ibu negara dari tahun 1946 sampai ia meninggal tahun 1952.
Latar belakang Evita sendiri adalah seorang artis. Dan Juan Dominggo jatuh cinta pada Evita muda dan menikahinya. Peran politik keduanya sangat berpengaruh sehingga dapat mengubah wajah Argentina, bahkan mereka dijuluki pasangan politik terbaik di era itu. Sahabat anehdidunia.com Evita sendiri akhirnya meninggal akibat kanker.



5. Tristan dan Isolde
Isolde adalah anak perempuan dari Raja Irlandia. Ia kemudian bertunangan dengan raja Mark dari Cornwall, namun sebenarnya ia jatuh cinta dengan Tristan yang merupakan kemenakan dari raja Mark. Perselingkuhan mereka bahkan berlanjut saat Isolde menikah dengan raja Mark.
Akhirnya perselingkuhan ini diketahui oleh raja Mark. Namun, begitu besar cinta sang raja pada istrinya, ia memaafkan istrinya. Akan tetapi sang raja mengusir kemenakannya itu dari Cornwall. Tristan akhirnya pergi ke Britanny dan tertarik dengan Iseult karena namanya mirip dengan Isolde. Mereka menikah.

Nyatanya, Tristan tidak dapat melupakan Isolde. Ini membuatnya jatuh sakit dan menulis surat pada Isolde dan berharap Isolde dapat mengobati luka hatinya ini. Apabila Isolde setuju ingin datang dan menemui Tristan, maka ia harus menaiki kapal berwarna putih. Apabila tidak, kapal harus berwarna hitam.

Iseult yang tidak ingin berpisah dengan Tristan, berbohong pada Tristan dengan mengatakan bahwa ia melihat kapal hitam. Tristan akhirnya meniggal dalam kesedihan sebelum Isolde datang menemuinya. Isolde pun akhirnya meninggal karena patah hati.



6. Prince Edward dan Wallis Simpson 
Demi cintanya pada Wallis Simpson, Pangeran Edward rela mengorbankan kekayaan dan kekuasaannya. Pangeran Inggris ini jatuh cinta pada Wallis Simpson yang berkebangsaan Amerika dan sudah bersuami. Wallis Simpson akhirnya menceraikan suaminya dan memulai hidup barunya dengan Pangeran Edward. Wallis tentu saja tidak dapat menjadi ratu Inggris karena berkebangsaan Amerika.
Pangeran Edward sendiri naik tahta pada tahun 1936, namun segera turun tahta agar dapat menikahi kekasihnya itu. Pangeran Edward akhirnya meninggal pada tanggal 28 may 1972. Wallis kemudian menyendiri dan akhirnya meninggal 14 tahun kemudian pada tanggal 24 April 1986.



7. Pyramus dan Thisbe
Ini adalah kisah cinta yang populer dari Babilonia. Kisah cinta ini dimulai pada tahun 331 SM. Pyramus adalah pria tampan yang merupakan teman kecil dari Thisbe. Mereka hidup di lingkungan yang sama dan cinta tumbuh di antara mereka, namun ditentang oleh orang tua mereka.
Mereka kemudian memutuskan untuk kabur dan bertemu di dekat sebuah pohon. Thisbe yang datang terlebih dahulu melihat seekor singa yang mulutnya berlumuran darah. Thisbe ketakutan dan lari. Ketika berlari ia menjatuhkan kerudungnya sehingga diambil oleh singa itu.

Ketika itu Pyramus tiba dan melihat kerudung Thisbe di mulut singa itu (yang berlumuran darah). Dalam kesedihan yang mendalam, Pyramus kemudian bunuh diri dengan pedang di tangannya. Thisbe yang tidak dapat hidup tanpa Pyramus, kemudian bunuh diri dengan pedang yang sama