Tampilkan postingan dengan label sciences. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sciences. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

KOMPETENSI GURU DI AMERIKA SERIKAT




KOMPETENSI GURU DI AMERIKA SERIKAT

        Kompetensi Guru di Amerika Serikat Di salah satu Negara bagian Amerika Serikat yaitu Florida. Menurut Suell dan Piotrowski (2006) Negera menetapkan 12 kompetensi guru yang dikenal sebagai "Educator Accomplished Practices" yaitu meliputi: (1) penilaian, (2) komunikasi, (3) kemajuan berkelanjutan, (4) pemikiran kritis, (5) keanekaragaman, (6) etika, (7) pengembangan manusia dan pelajaran, (8) pengetahuan pokok, (9) belajar lingkungan, (10) perencanaan, (11) peran guru, dan (12) teknologi.

Kompetensi Guru Menurut Charles (1994 dalam Mulyasa, 2007: 25) kompetensi adalah perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Sarimaya (2008: 17) memaknai kompetensi guru sebagai kebulatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang bewujud tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran. Sedangkan menurut Broke and Stone dalam Mulyasa (2007: 25) kompetensi guru sebagai; descriptive of qualitative nature of teacher behavior appears to be entirely meaningful (kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif tentang hakekat perilaku guru yang penuh arti).
Dari pendapat tersebut di atas, maka jelas suatu kompetensi harus didukung oleh pengetahuan, sikap, dan apresiasi. Artinya, tanpa pengetahuan dan sikap tidak mungkin muncul suatu kompetensi tertentu. Sehingga kompetensi guru dapat dianggap kompeten jika memiliki kemampuan, pengetahuan dan sikap yang mampu mendatangkan apresiasi bagi guru.
Suparno (2003: 47-53) menjabarkan tiga kompetensi guru yang harus dimiliki dan selalu dikembangkan oleh guru agar dapat melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan maksimal. Tiga kompetensi tersebut, ialah; a) Kemampuan Kepribadian. b) Kemampuan Bidang Studi. c) Kemampuan dalam Pembelajaran dan Pendidikan.

a. Kemampuan Kepribadian.
Kemampuan ini lebih menyangkut jati diri guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka dan terus belajar untuk maju. Untuk itu hal hal yang mesti ditekankan kepada guru ialah beriman dan bermoral, aktualisasi diri yang tinggi sebagai bentuk tanggung jawab, berdisiplin serta mau terus mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya.

b. Kemampuan Bidang Studi.
Kemampuan ini memuat pemahaman akan karakteristik dan isi bahan ajar, menguasai konsep, mengenal metodologi ilmu, memahami konteks ilmu yang diajarkan dan kaitanya ilmu tersebut dengan ilmu lain serta dengan masyarakat. Untuk itu guru dituntut untuk: menguasai bahan yang menjadi tugasnya, memahami metode ilmu tersebut bekerja dan memahami konteks ilmu tersebut dengan kondisi kekinian.

c. Kompetensi dalam Pembelajaran dan Pendidikan.
Kemampuan ini memuat pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembanganya, mengerti konsep pendidikan, menguasai metode pengajaran, serta menguasai evaluasi sehingga mampu meningkatkan kemampuan siswa. Untuk kompeten dalam hal itu, guru mesti mengenal peserta didik, menguasai teori tentang pendidikan dan menguasai bermacam macam model pembelajaran serta teknik evaliasi pembelajaran. Sedangkan menurut Undang Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Dalam rangka melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bahwa Standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu: 1) Kompetensi Pedagogik. 2) Kompetensi Kepribadian. 3) Kompetensi Sosial. 4) Kompetensi Profesional.

1) Kompetensi Pedagogik.
Yang termasuk kompetensi pedagogik antara lain (1) memahami peserta didik, (2) merancang pembelajaran, (3) melaksanakan pembelajaran, (4) merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran dan (5) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

2) Kompetensi Kepribadian.
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian: (1) mantap dan stabil, bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial, bangga sebagai pendidik, konsisten dalam bertindak; (2) dewasa, menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja; (3) arif, menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak; (4) berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan disegani; (5) berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi peserta didik.

3) Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam hal menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi antara lain; (1) menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan. (2) memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.

 4) Kompetensi Sosial.
 Kompetensi ini antara lain; (1) mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik; (2) mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan; (3) mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Sebagai perbandingan, di salah satu Negara bagian Amerika Serikat yaitu Florida. Menurut Suell dan Piotrowski (2006) Negera menetapkan 12 kompetensi guru yang dikenal sebagai "Educator Accomplished Practices" yaitu meliputi: (1) penilaian, (2) komunikasi, (3) kemajuan berkelanjutan, (4) pemikiran kritis, (5) keaneka ragaman, (6) etika, (7) pengembangan manusia dan pelajaran, (8) pengetahuan pokok, (9) belajar lingkungan, (10) perencanaan, (11) peran guru, dan (12) teknologi.

Senin, 21 April 2014

SISTEM TERAPI ZONA

BEDAH BUKU PIJAT SISTEM TERAPI ZONA
KARYA GATOT MARGONO
Oleh: Agung Ginanjar

BAB I
PENDAHULUAN

Buku PIJAT Sistem Terapi Zona adalah suatu buku yang unik. Karena buku ini merupakan suatu buku yang didalamnya terdapat sistem pengobatan untuk berbagai macam penyakit. Biasanya suatu sistem pijat digunakan untuk menyembuhkan atau meredakan penyakit luar misalnya nyeri sendi, nyeri pundak dan sebagainya , selain dari itu dibuku ini penyakit-penyakit dalam yang bisa dibilang susah disembuhkan dengan dipijat sistem pijat zona dapat disembuhkan. Pengaruh buku ini terhadap orang yang membacanya bisa dibilang sangat baik. Dari seorang awam yang tidak tahu apapun mengenai perpijatan bisa belajar ‘otodidak” dari buku ini.
Di masa sekarang pengobatan modern yang terkenal maju dan canggih tetap tidak bisa menggeser dan menghapus pengobatan tradisional. Disetiap berbagai penjuru khususnya di Indonesia tukang pijat selalu dikunjungi pasien. Kenapa? Karena menurut survai pijat tradisional ini lebih dipercaya kegunaannya , khususnya di wilayah perkampungan. Karena dari para narasumber yang saya tanyakan pijat tradisional atau sistem terapi zona ini dinilai aman dan tidak ada yang harus di makan dan operasi. Maka untuk meningkatkan pengetahuan pijat di kalangan awam buku ini sangat cocok untuk dibaca.
Sebenarnya secara umum “Terapi Zona” ini ialah suatu metode pijat berdasarkan pembagian zona (daerah atau wilayah dalam tubuh) yang dipergunakan untuk merawat atau mengobati anggota tubuh yang sakit. Dalam buku ini dijelaskan bahwa “terapi zona ini bukan istilah yang baru, tetapi yang sudah sangat tua, terapi ini lahir di Tiongkok sejak 6000 tahun yang lalu. Awalnya dari orang cina yang menemukan bahwa bila ada kelainan-kelainan tertentu dalam tubuh itu terdapat titik-titik yang akan terasa nyeri” mereka berkesimpulan bahwa antara kelainan-kelainan dan titik-titik itu ada suatu hubungan .
BAB II
PEMBAHASAN

Didalam buku ini dijelaskan bahwa “Terapi Zona ialah suatu metoda pijat berdasarkan pembagian zona dalam tubuh yang dipergunakan untuk merawat atau mengobati anggota tubuh yang sakit.” Untuk itu Gatot menerangkan bahwa Pijat ini diarahkan pada zona-zona tertentu yang terdapat titik-titik ‘nyeri tekan’.
Dari materi yang di jelaskan dalam buku ini Pijat secara global dibagi menjadi 2 macam, yaitu Pijat secara Umum dan Pijat secara Khusus.Pijat secara umum ini sentuhan/perabaannya secara menyeluruh dan pelaksanaannya ada bermacam-macam misalnya ada yang dimulai dari tangan naik ke kepala, ada yang dimulai dari telapak kaki, ada yang dimulai dari kepala turun ke punggung dan ada juga yang dimulai dari perut ke dada. Juga cara memijatnya ada beberapa macam sesuai dengan tujuannya, misal nya gosokan, pijatan,goncangan, pukulan, gerusan, dan mengurut. Yang selanjutnya ialah Pijat secara Khusus . Pijat ini dibagi 2 lagi yaitu Pijat sistem terapi zona dan Pijat Sistem Tusuk Jari. Pijat Sistem Terapi Zona yaitu Memijat pada reflek-reflek yang berada di telapak kaki pada umumnyaa dan bagian-bagian tubuh lainnya. Bisa menggunakan alat atau hanya dengan tangan kosong. Selanjutnya Pijat Sistem Tusuk Jari yaitu Memijat dengan tusukan jari pada titik meredien atau sama dengan tusuk jarum. Hanya tusuk jari tanpa menggunakan jarum.
Gatot dalam bukunya ini menjelaskan bahwa pijat sistem terapi zona dilakukan pada suatu tempat tertentu dan untuk jangka waktu tertentu pula.Tempat tertentu itu dinamakan zona respon/daerah respon. Daerah respon atau titik refleksi ini terdapat di seluruh badan, namun yang paling banyak di telapak kaki dan telapak tangan. Daerah-daerah ini akan menjadi peka bila ada kelainan dalam tubuh. Jangka waktu pijat untuk tiap zona (titik refleksi) biasanya 5 – 9 menit dan ini dilakukan berselang 1 – 3 hari sekali, sampai rasa sakit pada daerah-daerah respon berkurang. Pada waktu rasa sakit berkurang, keadaan badan mulai pulih. Untuk memperoleh hasil yang efektif tekanan pada daerah-daerah tersebut harus cukup kuat hingga benar-benar terasa sakit.

Teknik Dasar Pijat Sistem Terapi Zona.
Ada 3 teknik yang perlu dikuasai oleh pemijat yang bersangkutan;
  1. Teknik Genggaman
-          Disini bisa teknik genggaman tekan satu jari (cocok untuk memijat zona-zona di telapak tangan/kaki dengan ibu jari/jari telunjuk)
-          Teknik genggaman tekan jari banyak.
Teknik ini menggunakan ujung-ujung ke empat jari untuk pijatan, kecuali ibu jari. Digunakan untuk menutup suatu daerah yang cukup luas baik pada kaki maupun pada tangan.
-          Teknik genggaman jepitan.
Sangat cocok untuk memberikan tekanan pada daerah yang lebar pada tangan atau kaki. Ujung ibu jari dan ujung telunjuk pemijat adalah bagian penjepitnya.
-          Teknik genggaman langsung.
Titik tekan dipusatkan pada ibu jari tangan pemijat. Cara ini sangat cocok untuk memijat telapak kaki yang memerlukan tekanan prima. Bisa digunakan dengan tekanan yang di putar-putar atau tekan kuat kendor secara berirama.
  1. Teknik Putaran
    Teknik putaran ini pelaksanaannya hampir sama dengan teknik yang telah dijelaskan di atas (teknik genggaman), hanya saja pada pelaksanaannya khusus dibuat dengan gerakan putaran.Teknik putran bisa dilakukan dengan satu jari atau lebih.
  2. Teknik Ibu jari dan jari berjalan
    Untuk memberikan suatu tekanan yang tetap selagi mengurut permukaan tangan atau kaki. Permainan antara jari dan ibu jari memberikan kemampuan untuk menelusuri sekaligus memberi tekanan pada permukaan yang berbeda-beda.



Cara menemukan zona-zona respons
Tubuh manusia pada setiap sisi (kiri dan kanan) dibagi 5 zona.
  1. Zona –1 terbujur dari ujung ibu jari tangan, lurus naik ke puncak kepala, lalu turun melalui hidung, melalui pusat tubuh ke ibu jari kaki.
    Dalam zona ini termasuk saluran hidung, langit-langit, perut, tenggorokan, tulang belakang, rahim, alat-alat kelamin, dubur, jantung dan macam-macam kelenjar.
  2. Zona – 2 terbujur dari jari telunjuk naik ke kepala, turun ke jari kaki  yang kedua. Daerah ini meliputi mata, sinus-sinus (anak rongga hidung), berbagai kelenjar, paru-paru, bronchi, amandel, perut, jantung dan pankreas.
  3. Zona – 3 terbujur dari jari tengah tangan ke kepala,turun ke jari tengah kaki. Zona ini meliputi mata, beberapa kelenjar,paru-paru, ginjal, perut lambung, appendix, hati dan kandung empedu.
  4. Zona – 4 dimulai dari ujung jari manis, naik ke kepala, turun ke jari kaki yang ke empat. Meliputi appendix, hati, ileocecal valve(katup batas usus kecil dan usus besar), sedang pada sisi kiri bahu, telinga, paru-paru dan limpa.
  5. Zona – 5 membujur dari kelingking tangan ke kepala, turun ke jari kelingking kaki. Dalam zona ini termasuk hati, telinga dan tengkuk.

Bila kita baca dengan teliti tentang buku ini, ada sebuah stetment yang bisa menjatuhkan buku ini. Disana ada statement seperti ini “Sebenarnya seseorang yang berjalan tanpa alas kaki termasuk sudah menerapkan pijat secara alamiah.” Sebenarnya dari keseluruhan di buku ini saya lihat buku ini hanya menekankan pada daerah pijatan mana yang dapat kita pijit supaya penyakitnya hilang (kebanyaan daerah kaki dan tangan) , nah dari statement tadi khususnya kaki apabila dikatakan berjalan tanpa ala kaki sudah termasuk ada pijatan, maka orang-orang akan berfikir bahwa cukup saja berjalan diatas terapi batu kali yang di semen dan kita hanya cukup berjalan saja tanpa harus susah-susah ke tukang pijat.




BAB III
KESIMPULAN
Secara umum Gatot disini lebih mengutamakan gambar sebagai  pembantu cara belajar yang terdapat dalam buku ini.menurut pengamatan kami gatot bertujuan untuk mempermudah kita agar dapat lebih teliti dalam menangkap penjelasan yang mungkin aka berakibat fatal bagi kita bila melakukan hal yang salah.
Hal yang menjadi point penting yang bisa kita ambil , gatot mencantumkan contoh-contoh kasus dalam buku ini. Ini sebagai penjelas sebuah fakta bahwasanya buku ini bukan hanya sekedar buku karangan , tetapi buku ini juga diperkuat oleh kasus-kasus tersebut. Mungkin kami akan beritahukan seperti kasus tekanan darah tinggi . dalam kasus itu gatot mencertakan bahwa dia menyembuhkan menyembukan penderita darah tnggi dalam kurung waktu 4 minggu , perminggu sebelum minggu ke empat dia katakana ada perubahan demi perubahan kea rah yang baik rai pasien.
Mungkin sebagian besar orang akan merasa ini dipermudah oleh gambar-bersangkutan tapi sisi negativenya akan terlalu banyak gambar apabila semuanya di cantumkan seperti itu. Sedangkan isi bacaan yang sewajarnya lebih banyak dari pada gambar terkesan kalah oleh jumlah gambar yang begitu banyak. Seharusnya menurut kami Gatot lebih bisa melihat dan mempertimbangkan penyakit-penyait mana saa yang mungkin bisa dimasukan terhadap buku ini.
Dari penjelasan yang terdapat dalam buku ini dapat kami simpulkan bahwa gatot dalam buku ini berhasil menempatkan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Karena bahasa yang ditampilakan oleh gatot lebih universal dan tidak terlalu bersifat latin/keilmuan.
Untuk tampilan dari buku ini sendiri saya rasa akan ada berbaga pendapat. Ukuran buku ini yang minim akan berimbas pada pada sudut pandang mana orang bisa merasa nyaman saat membacanya. Dari covernya buku ini sangat menarik, karena sangat mewakili hal-hal apasaja yang ada dalam isi buku ini. Buku ini berukuran 14 x 10 cm, artinya buku ini sangat minim. Orang akan berpendaat bahwa buku ini enak dibawa dan efesien dalam pembuatannya. Tetapi orang lain akan merasa kesusahan saat membacanya karena melihat dari ukuran fontnya yang menyesuaikan dengan ukuran bukunya sendiri.
Dan yang paling kami sesalkan dari buku ini adalah tahun pebuatan buku ini yang tidak saa sekali ditulis oleh Penerbit. Buku ini menjadi tidak jelas saat ditanya tahun penerbitannya. CV Karya utama sangat besar tanggung jawabnya dalam kesalahan ini.


Rabu, 05 Februari 2014

Menumbuhkembangkan Sisi Kesastraan Mahasiswa yang Berkecimpung di Bidang Olaraga


    Minggu ini Saya sedang disibukan dengan program kerja dari divisi penelitian dan pengembangan Himpunan PJKR. Program kerja yang akan saya hadapi ialah Lamp-Week. Lamp-Week sendiri ialah program kerja yang didalamnya berupa beragai perlombaan, diantaranya Design Background Mading, Film Dokumenter, Fotografi, dan menulis Esai. Program kerja ini sendiri berkesinambungan dengan tujuan dari divisi peneitian dan pengembangan, yaitu guna membuat mahasiswa yang berkecimpung dibidang olahraga khususya mahasiswa FPOK UPI lebih bisa menonjolkan sisi kesastraannya. kenapa demikian? karena seperti yang kita tahu, mahasiswa yang berkecimpung dibidang olahraga cenderung lebih menonjolkan prestasi prestasi dari sisi psikomotornya saja. Namun jika kita pikir kembali masih banyak kajian yang berhubungan dengan olahraga itu sendiri yang bisa mereka teliti dan harusnya kemudian dibukukan.

     Hal inilah yang oleh Kami (Divisi Penelitian dan Pengembangan Himpunan mahasiswa PJKR) akan coba kembangkan kembali dengan cara memberikan pencerahan-pencerahan kepada mahasiswa yang berkecimpung di bidang olahraga. bahwasanya seperti yang saya katakan tadi, masih banyak kajian kajian keilmuan olahraga yang belum digali secara mendalam, dan itu harusnya dilakukan oleh mahasiswa yang berhubungan dengan olahraga.

    Dengan adanya program kerja seperti Lamp-Week yang kami (Divisi Penelitian dan Pengembangan Himpunan Mahasiswa PJKR FPOK UPI) buat ini, kami harapkan agar mahasiswa keolahragaan di seluruh Indonesia umumnya lebih bisa tergali motivasinya untuk membuat suatu karya-karya yang berkualitas khususnya karya tulis. Kami percaya dengan memahami secara mendalam ilmu-ilmu keolahragaan yang mereka jalani, mereka akan lebih bisa meningkatkan kualitas aktivitas olahraga mereka sendiri, bahkan jika tercipta kebudayaan yang kami harapkan tidak menutup kemungkinan ini akan berdampak positive pada sistem keolahragaan nasional di Indonesia.

    Berikut Contoh deskripsi lomba-lomba dalam Lamp-Week. (jangan dilihat dari nilainya, tetapi perlu kita pikirkan bahwa dari hal/kegiatan kecil kita bisa membuat dampak yang besar)



LAMP-Week
6 – 20 Februari 2013
1.    Lomba Design Background Mading
-       Tema : “PJKR Kebanggaanku”
-       Format dalam bentuk Corel
-       Mencantumkan Biodata
-       Deskripsi Design mading
-       Hasil dikirim lewat email litbang_pjkr@yahoo.com



2.    Lomba  Film Dokumenter
-       Tema : “Olahraga kesehatan”
-       Durasi 10 menit (termasuk deskripsi + Nama Kelas
-       Format .mp4 / .flv
-       Hasil diserahkan langsung dalam 1 CD.



3.    Lomba  Fotografi
-       Tema : “FPOK Itu ……” (tentang FPOK)
-       Format JPEG/PNG
-       Deskripsi dalam bentuk Notepad/Ms. Word
-       Mencantumkan Biodata  Lengkap
-       Hasil diserahkan langsung dalam 1 CD (1 folder terdiri dari foto + deskripsi )



4.    Lomba  Menulis Esai
-     Tema : “Aku dan gerak PJKR”
-     2 halaman (pas)
-     Mencantumkan Biodata  Lengkap
-     Format A4 / 1,5 spasi / Times new roman / Font 12 / margin 4, 4, 3, 3.

-     Hasil dikirim lewat email litbang_pjkr@yahoo.com

Senin, 08 Juli 2013

10 Hal serupa , tak sama.

NEWS - Ada hal-hal yang memang serupa dan sangat sulit untuk dibedakan. Contohnya kodok dan katak, Kaisar dan Raja atau TNT dan Dinamit. Tapi, tahukah kamu bahwa itu sama sekali berbeda?

Dibawah ini adalah deretan hal-hal yang serupa namun sama sekali berbeda atau tak sama
1. Kodok dan KatakQuote:Ada garis tipis yang memisahkan katak (frog) dengan kodok (toad). Jika melihat foto diatas, anda mungkin beranggapan bahwa kodok adalah sejenis katak yang disuntik steroid. Padahal keduanya adalah hewan yang berbeda famili. Ya, berbeda.
Bagaimana membedakan kodok dan katak? Menurut ilmu perkodokan dan ilmu perkatakan yang ada disini. Katak itu berasal dari banyak famili, bertubuh langsing, berkulit tipis dan basah, serta punya loncatan yang jauh karena kaki belakangnya panjang. Sementara kodok berasal dari famili Bufonidae, bertubuh gempal, berkulit tebal dan kering, serta berkaki belakang pendek.
Kenapa kodok dan katak tergolong amfibi? Karena mereka hidup di air dan di darat.Kenapa katak bisa melompat jauh? Karena kaki belakangnya panjang dan kuat.Kenapa kodok kalau nyebrang rel kereta api juga melompat? Soalnya kalau muter jauh banget.

2. Kaisar dan RajaQuote:Penjelasan yang paling tepat adalah raja memimpin sebuah bangsa, sementara kaisar memimpin sejumlah bangsa. Wilayah yang dipimpin raja disebut kerajaan (kingdom), sedangkan kaisar memimpin kekaisaran (empire).
Ada kisah Injil yang layak jadi contoh. Raja Herodes adalah raja Yudea, Yudea sendiri merupakan sebuah kerajaan (bangsa) yang eksis di bawah kekaisaran Romawi yang pada waktu itu dipimpin oleh Kaisar Agustus. Yudea merupakan sebuah kerajaan bagi satu bangsa, sementara itu Romawi adalah kekaisaran yang menguasai banyak bangsa dan kerajaan, termasuk Yudea.
Contoh lainnya yaitu Kerajaan Inggris (United Kingdom), yang meliputi Britania Raya dan Irlandia Utara, juga punya istilah Kekaisaran Inggris (British Empire). Bedanya British Empire tak meliputi Britania Raya dan Irlandia Utara saja, namun juga jajahan Inggris, seperti India dan Kanada.

3. Psikolog dan PsikiaterQuote:Psikolog adalah ahli psikologi. Tugasnya melayani curhatan serta konsultasi psikologi. Sementara itu, psikiater adalah dokter (barangkali karena sama-sama ada ‘ter’-nya). Jadi psikiater itu dapat juga disebut dokter kejiwaan. Dengan demikian, tentu saja psikiater mempunyai hak memberikan resep, misalnya obat anti-depressan, sementara psikolog tidak.
Perbedaan lain? psikolog itu lulusan psikologi. Sementara psikiater itu lulusan kedokteran. Apabila anda dipaksa ke psikolog barangkali anda butuh curhat, sementara jika anda dipaksa ke psikiater bisa jadi anda sakit jiwa.

4. Sinterklaas dan Santa ClausQuote:Selama saya duduk di bangku TK, sekolah saya kerap mengundang Sinterklaas. Dia datang naik kereta kuda didampingi dua orang piet hitam. Ternyata sosok ini bukan Santa Claus! Santa Claus dikisahkan naik kereta yang ditarik sembilan rusa dan tidak punya, ehm, budak negro.
Santa Claus adalah sosok yang tinggal di Kutub Utara. Sementara Sinterklaas merupakan tokoh dongeng Belanda yang dikisahkan tinggal di sebuah kastil di Spanyol. Keduanya memberi hadiah kepada anak-anak yang baik. Santa Claus ingin kita meninggalkan kue untuk dia tukarkan dengan hadiahnya. Sementara Sinterklaas? Kita diharuskan menaruh rumput di sepatu, seperti yang saya lakukan dulu, untuk kudanya. Nah, rumput itu nantinya akan ditukar dengan hadiah Natal.
Sinterklaas lebih mendominasi pasar di Indonesia, bukan Santa Claus. Oh ya, soal hukuman untuk anak-anak nakal, Santa Claus akan menukar kue dengan batu arang. Sementara Sinterklaas lebih sadis, dia akan menyuruh piet hitam untuk memasukkan si nakal ke dalam karung.

5. Vihara dan KlenthengQuote:Dua hal ini sering dicampuradukkan. Vihara itu Bahasa Indonesia sementara Klentheng adalah Bahasa Jawa, demikian sangkaan saya dulu. Namun ternyata faktanya tidak sesederhana itu.
Singkatnya, Vihara adalah rumah ibadah umat Buddha sementara klentheng adalah rumah ibadah umat Tridharma. Tridharma adalah gabungan Buddha, Kong Hu Chu, dan Taoisme. Pada zaman orde baru, dua agama terakhir tadi tidak diakui pemerintah meskipun jumlah pengikutnya cukup signifikan. Akibatnya, mereka meleburkan tempat ibadahnya bersama vihara Buddha. Ketiganya menamai diri mereka dengan sebutan Tridharma (tiga ajaran).
Klentheng masih tetap eksis meskipun agama Kong Hu Chu kini sudah diakui pemerintah. Tempat ibadah khusus umat Kong Hu Chu disebut dengan istilah Lithang. Jadi jangan lupa kalau melihat tempat ibadah yang serba merah meriah, besar kemungkinan itu milik umat Tridharma.


6. TNT dan DinamitQuote:Keduanya berbeda. TNT (Trinitrotoluena) ditemukan di tahun 1863 oleh Joseph Wilbrand, ahli kimia berkebangsaan Jerman. TNT adalah senyawa kristal yang berwarna kuning dan punya daya ledak high-explosive. Masalah lainnya adalah senyawa TNT sangat beracun, meskipun jauh lebih stabil daripada dinamit.
Sementara itu dinamit ditemukan di tahun 1867 oleh Alfred Bernhard Nobel, yang berkebangsaan Swedia. Dinamit mengkombinasikan nitrogliserin dengan berbagai tipe senyawa, termasuk sodium karbonat (bahan kimia untuk bikin sabun). Dinamit memiliki daya ledak lebih besar dari TNT dan lebih reaktif (tidak stabil). Sisi positifnya, dinamit tidak beracun. Gampangnya, jika dibuka isinya kristal kuning itu TNT. Jika isinya bubuk putih, itu dinamit.


7. Bank Dunia dan IMFQuote:Keduanya dibentuk pada tahun 1944 namun merupakan organisasi yang berbeda. Keduanya juga jadi sasaran sumpah serapah negara-negara yang tercekik kredit. Jadi memahami perbedaan dua institusi ini sangat penting supaya tidak terlihat bodoh ketika anda mengutuk salah satunya sambil membawa spanduk di depan Gedung Sate.
IMF (International Monetary Fund) ialah lembaga yang didirikan untuk mencegah krisis global ekonomi (HahahaĆ¢€¦ berarti mereka gagal). IMF mengusahakan hal-hal seperti stabilitas ekonomi dan perdagangan bebas. Mereka juga mengawasi supaya tidak terjadi fluktuasi mata uang yang berlebihan.
Pada kenyataannya, banyak yang memprotes IMF karena kebijakan free trade yang mencekik negara miskin dan menguntungkan negara-negara produsen (yang sudah kaya).
Sementara itu Bank Dunia atau World Bank adalah tukang minjemin duit. Didirikan juga pada tahun 1944 dengan tujuan membantu rekonstruksi ekonomi negara-negara di Eropa yang remuk redam akibat Perang Dunia II. Bank Dunia memberikan kredit lunak pada negara-negara miskin dan berkembang. Namun konyolnya, negara yang dipinjami uang ini malah menjadi bergantung kepada Bank Dunia dan terikat hutang.

8. Anatomi vs FisiologiQuote:Belajar soal tubuh manusia, itu anatomi atau fisiologi? Jawabannya : Pelajaran tentang anatomi berfokus pada ukuran, bentuk, dan lokasi dari struktur dari organ tubuh. Anatomi mengobservasi bagaimana organ-organ tubuh berhubungan satu sama lain dan detail strukturnya. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsionalitas dari organ-organ tubuh.
Fisiologi adalah ilmu yang berkenaan dengan cara kerja sistem tubuh yang kompleks. Misalnya cara kerja jantung dan memahami bagaimana energi disimpan di dalam sel tubuh. Anatomi dan fisiologi merupakan ilmu yang berhubungan sangat erat dan saling mendukung. Namun bukan berarti keduanya sama.

9. Simfoni vs OrkestraQuote:Kalau mau terlihat high-class, anda perlu mampu membedakan keduanya. Keduanya merupakan pertunjukan musik instrumental yang dimainkan oleh banyak orang, namun apa perbedaannya? Orkestra termasuk istilah generik. Pertunjukan musik yang dimainkan oleh banyak orang dengan berbagai macam alat musik, meliputi perkusi, alat musik string, bas, dan lain-lain, disebut denganorkestra.
Jika tidak ada alat musik string (misalnya biola, cielo, atau kecapi) maka itu tidak dapat digolongkan sebagai orkestra. Orkestra bisa dimainkan mulai dari lima orang hingga empat puluh orang. Terserah tim yang main. Sementara simfoni adalah orkestra yang besar. Bukan besar dari jumlah pemain, namun besar dari jumlah variasi alat musiknya.
Sebuah orkestra disebut simfoni apabila komposisinya cukup untuk memainkan lagu-lagu simfoni, misalnya : Beethoven Symphony Number 9. Pada lagu karya Beethoven tersebut, syarat minimal alat musik yang harus ada adalah : seruling, oboe, klarinet, bassoon, terompet, timpani, dua jenis biola, cello, bass, biola bass, full chorus, ditambah vokalis solo soprano, alto, tenor, dan bass. Kalau mau lebih sinting lagi bisa ditambah tong sampah dan galon Aqua. Intinya simfoni adalah orkestra yang kompleks.

10. Paspor vs VisaQuote:Mau jalan-jalan ke Singapura? Anda butuh paspor. Mau jalan-jalan ke Inggris? Anda butuh paspor dan visa. Apa beda keduanya? Sederhananya, paspor adalah KTP internasional. Paspor mencakup foto dan data-data pribadi. Ada berbagai jenis paspor, misalnya paspor turis maupun paspor diplomatis.
Membawa paspor, bukan berarti serta merta memberi hak bagi anda untuk masuk ke negara lain. Untuk memasuki negara lain, anda butuh visa. Visa adalah izin untuk masuk ke suatu negara yang menyatakan bahwa pemegang paspor telah diberi hak untuk masuk ke negara tersebut. Jadi anda tidak bisa mengajukan visa jika tidak memiliki paspor.